Bawaslu Bondowoso Hadiri Penutupan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Jawa Timur di JW Marriott Hotel Surabaya
|
Bawaslu Kabupaten Bondowoso menghadiri kegiatan Penguatan Kelembagaan yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur dengan mengusung tema “Meneguhkan Semangat Kepahlawanan dalam Penguatan Kelembagaan Bawaslu Jawa Timur untuk Demokrasi Bermartabat.” Kegiatan ini berlangsung di JW Marriott Hotel Surabaya dan menjadi penutup dari rangkaian panjang penguatan kelembagaan yang telah dilaksanakan sejak 19 Agustus 2025.
Rangkaian program penguatan kelembagaan ini tercatat telah dilaksanakan sebanyak 40 kali di 38 titik, melibatkan 2.850 peserta, serta 152 narasumber dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, lembaga pemantau, hingga penyelenggara pemilu. Keseluruhan agenda ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dan kualitas pengawasan pemilu di lingkungan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Ketua Bawaslu Jawa Timur, A. Warits, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan kelembagaan merupakan komitmen jangka panjang Bawaslu Jatim untuk terus meningkatkan kapasitas pengawasan di tengah tantangan pemilu yang semakin kompleks.
“Bawaslu Jawa Timur tidak berhenti belajar dan memperkuat diri. Ini adalah investasi besar untuk kesiapan pengawasan pemilu di masa yang akan datang,” tegas Warits.
Ia juga menekankan bahwa semangat kepahlawanan harus menjadi landasan utama dalam memperkuat kelembagaan, khususnya keberanian untuk melakukan perubahan, menjaga integritas, serta meneguhkan komitmen bekerja demi kepentingan publik.
“Ketika kita bicara penguatan kelembagaan, pada dasarnya kita membicarakan semangat para pahlawan,” tambahnya.
Warits menjelaskan bahwa kendati rangkaian kegiatan bersama Komisi II DPR RI telah berakhir, proses penguatan internal Bawaslu akan terus dilanjutkan, Penguatan ini mencakup 8 bidang strategis.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti berbagai tantangan baru yang kini dihadapi penyelenggara pemilu, seperti disinformasi, dinamika kampanye digital, polarisasi politik, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menuntut Bawaslu untuk semakin adaptif, responsif, dan mengedepankan pendekatan berbasis data dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Selain itu, Bawaslu Jatim juga menekankan pentingnya pengembangan literasi politik berbasis catatan peristiwa pemilu, dengan memanfaatkan kekayaan data seperti jutaan dokumen Form A, laporan pengawasan, serta dokumentasi lapangan. Upaya ini diyakini akan memperkuat pemahaman publik dan mendorong terwujudnya demokrasi yang lebih sehat, cerdas, dan partisipatif.
Penulis : Wasil
Editor : Candra P