Lompat ke isi utama

Berita

Menuju Pemilu 2029, Bawaslu dan PSI Bondowoso Perkuat Koordinasi

Foto

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bondowoso melaksanakan kegiatan verifikasi faktual (verfak) terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kantor DPC PSI, Jalan Brigpol Sudarlan, Panambangan, Bondowoso, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan serta memastikan validitas data partai politik menjelang tahapan Pemilu mendatang.

Ketua DPC PSI, Yudik, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan. Ia juga mengungkapkan rasa senang dan apresiasi atas kehadiran jajaran Bawaslu Bondowoso.

“Kami sangat senang atas kehadiran Bawaslu. Semoga silaturahmi ini membawa kebaikan dan memperkuat koordinasi ke depan,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Bondowoso, Nani Agustina, memperkenalkan peran Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara pemilu selain KPU. Ia menegaskan bahwa kehadiran Bawaslu tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga dalam rangka pelaksanaan verifikasi faktual partai politik.

“Kami ingin mengenalkan wajah Bawaslu kepada partai politik, bahwa selain KPU, Bawaslu juga memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemilu, khususnya dalam pengawasan,” jelasnya.

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas, Sholikhul Huda, menambahkan bahwa saat ini Bawaslu juga tengah melaksanakan uji petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Ia mengungkapkan masih banyak ditemukan ketidaksinkronan data pemilih di lapangan.

“Ada data pemilih yang tercatat meninggal, namun ternyata masih hidup, dan sebaliknya. Hal ini menjadi potensi masalah yang harus segera diselesaikan agar tidak menimbulkan konflik pada pemilu mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Rudi, memberikan apresiasi terhadap kesiapan administratif PSI. Ia menyebut PSI sebagai salah satu partai yang tertib administrasi, bahkan aktif berkoordinasi dengan Bawaslu.

“PSI sangat tertib secara administrasi, bahkan datang langsung ke kantor Bawaslu untuk menginformasikan kepengurusan baru. Kami menganggap ini sebagai bagian dari keluarga besar demokrasi. Jika ada hal yang perlu dimusyawarahkan, silakan datang kapan saja,” ungkapnya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Ismaili, turut menyoroti pentingnya peran partai politik dalam mewarnai demokrasi di Bondowoso. Ia juga mengingatkan pentingnya keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam kepengurusan partai.

“Kami berharap PSI bisa ikut berkontribusi dalam perkembangan demokrasi di Bondowoso. Keterwakilan perempuan juga menjadi hal penting yang perlu dipenuhi,” ujarnya.

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi, Moh. Hasyim, menambahkan bahwa partai politik perlu mempersiapkan diri sejak dini, termasuk dalam pendidikan saksi sebagai ujung tombak di lapangan.

“Pendidikan saksi sangat penting, karena mereka menjadi garda terdepan partai saat pemungutan suara. Ini juga menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi Pemilu 2029,” jelasnya.

Ketua PSI di akhir acara menegaskan, bahwa seluruh kepengurusan telah siap di 23 kecamatan, termasuk memperhatikan keterwakilan perempuan. PSI juga menargetkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029, dengan target maksimal 9 kursi dan minimal 3 kursi."tutupnya"

Penulis : Wasil

Editor : Candra P